Tampilkan postingan dengan label Bahasa Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bahasa Indonesia. Tampilkan semua postingan

Contoh Proposal

on Kamis, 14 Februari 2013

PROPOSAL GOTONG ROYONG
DESA SUMBER KIDUL

A. Judul
Proposal gotong royong Desa Sumber Kidul.

B. Latar Belakang
Gotong royong adalah suatu kegiatan yang telah menjadi budaya di negara kita, yang dapat memupuk rasa persatuan dan kesatuan serta meningkatkan kebersamaan dan tolong menolong. Oleh karena itu, dalam rangka menyambut peringatan hari ulang tahun kemerdekaan Indonesia yang ke-66 Desa Sumber Kidul mengadakan gotong royong untuk membersihkan dan menghias desa.

C. Tujuan
Tujuan dari kegiatan gotong royong ini adalah:
1. memupuk rasa persatuan dan kesatuan,
2. melestarikan budaya saling tolong menolong dan bekerjasama,

Hikayat Melayu


  Hikayat Patani

Bismi-lLâhi-rrahmân-irrahîm. wabihî nasta'înu, bi-ILâhi al-a'lâInilah
Suatu kisah yang diceterakan oleh orang tua-tua, asal raja yang berbuat negeri Patani Darussalam itu. Adapun raja di Kota Maligai itu namanya Paya Tu Kerub Mahajana. Maka Paya TuKerub Mahajana pun beranak seorang laki-laki, maka dinamai anakanda baginda itu Paya Tu Antara. Hatta berapa lamanya maka Paya Tu Kerub Mahajana pun matilah.Syahdan maka Paya Tu Antara pun kerajaanlah menggantikan ayahanda baginda itu. Ia menamai dirinya Paya Tu Naqpa. Selama Paya Tu Naqpa kerajaan itu sentiasa ia pergi berburu. Pada suatu hari Paya TuNaqpa pun duduk di atas takhta kerajaannya dihadap oleh segala menteri pegawai, hulubalang dan ra'yat sekalian. Arkian maka titah baginda:
"Aku dengar khabarnya perburuan sebelah tepi laut itu terlalu banyak konon." 
 Maka sembah segala menteri:

Seribu Bintang Semalam

on Rabu, 13 Februari 2013

           Setelah ulangan umum kenaikan kelas, sekolahku mengadakan kemah yang bertempat di Jolosutro, Piyungan, Bantul. Kemah diikuti siswa kelas VII dan VIII.
            Kami berangkat dari sekolah dengan menggunakan 2 buah truk, 1 truk untuk mengangkut kami secara bergiliran dan 1 lagi untuk mengangkut perlengkapan kami. Kebetulan reguku dan 2 regu lain berangkat pada giliran ke-3 dan kami sampai di tempat kemah sekitar pukul 10.15 WIB. Setelah mengumpulkan perlengkapan, kami mendirikan tenda. Kemudian beristirahat sambil makan siang.
            Selama kemah banyak kegiatan yang kami lakukan, seperti games, olahraga pagi, jelajah siang, lomba memasak, halang rintang, api unggun dan renungan malam serta pentas seni.
Halang rintang adalah kegiatan jelajah alam yang dilakukan pada malam hari. Inilah kegiatan yang paling berkesan. Begini ceritanya:

Sastra

Karmina

Karmina atau dikenal dengan nama pantun kilat adalah pantun yang terdiri dari dua baris. Baris pertama merupakan sampiran dan baris kedua adalah isi. Memiliki pola sajak lurus (a-a). Biasanya digunakan untuk menyampaikan sindiran ataupun ungkapan secara langsung.

Contoh:
Sudah gaharu cendana pula Sudah tahu masih bertanya pula

CIRI-CIRINYA :
a. Setiap bait terdiri dari 2 baris
b. Baris pertama merupakan sampiran
c. Baris kedua merupakan isi
d. Bersajak a – a
e. Setiap baris terdiri dari 8 – 12 suku kata


B.PERBEDAAN DAN PERSAMAAN PANTUN DENGAN SYAIR

PERBEDAANNYA :
1. Pantun: baris 1 dan 2 sampiran, 3 dan 4 isi, sedangkan pada SYAIR baris 1 ,2, 3 dan 4 isi
2. Pantun bersajak a – b – a – b, syair bersajak a – a – a – a
3. Pantun berasal dari Melayu, syair berasal dari Arab

PERSAMAANNYA :
1. Satu bait terdiri dari 4 baris
2. Tiap baris terdiri dari 8 – 12 suku kata

Senyum Voni


Semilir angin membelai lembut wajah Voni yang nampak pucat. Matanya juga merah membengkak. Ya, hampir seharian ia duduk sendiri di gubuk kecil di pinggir sawah itu, terisak meratapi semua yang terjadi. Ia menyandarkan kepalanya yang terasa sangat berat karena masalah yang menderanya itu ke dinding gubuk yang terbuat dari anyaman bambu. Sesekali ia pejamkan matanya yang terasa panas sambil sesenggukan, hingga akhirnya tanpa ia sadari, ia tertidur sejenak.
Tak berapa lama kemudian, ia terjaga dari tidurnya. Di dekatnya ada sosok seorang gadis yang sebaya dengannya sedang duduk dan seolah menungguinya. Ia terperanjat.
“Eh, kamu sudah bagun ya, Von?” tanya gadis itu.
Tak ada sahutan. Penglihatan Voni masih agak kabur, dipejamkannya matanya sejenak, kemudian dibukanya, ia melakukan itu berulang-ulang.
“Von, kamu kenapa?” tanya gadis itu penuh heran.
Voni tak menyahut. Ia mengucek-ngucek matanya sambil menghapus bekas air mata yang tadi mengalir di pipinya.

Majas


Majas adalah bahasa kias atau bahasa indah yang digunakan untuk mengubah serta menimbulkan nilai rasa atau konotasi tertentu. Majas disebut pola gaya bahasa atau plastik bahasa.

Ragam Majas
1 Majas Simile ialah perbandingan dua hal yang berlainan akan tetapi dianggap sama. Majas Simile atau majas perumpamaan ini menggunakan kata : umpama, seperti, ibarat, laksana, bak.
Contoh : Persaudaraan kedua orang itu seperti anjing dan kucing.
Ibarat bunga segar dipakai layu dibuang.
2 Majas Metafora ialah perbandingan antara dua hal tanpa menggunakan kata perumpamaan. Jadi menggunakan perbandingan secara langsung.
Contoh: Nani itu seorang yang jinak-jinak merpati.
Raja Hutan mengaum menakutkan.
3 Majas Personifikasi ialah benda atau sesuatu dianggap manusia mempunyai sifat-sifat atau perbuatan seperti manusia.
Contoh: Angin berlari cepat mencari tempat persembunyiannya.
Bumi mengasuh anak manusia.
4 Majas Alegori ialah cerita yang menggunakan lambang. Misalnya cerita fabel, parabel (cerita dari kitab suci).
Contoh: Cerita Kancil dengan Harimau.
Kumbang itu menghisap bunga yang sedang mekar, setelah layu si kumbang menelantarkannya.
5 Majas Hiperbola ialah sesuatu yang dilebihi-lebihkan.
Contoh: Suaranya menggelegar memecahkan telingaku.

SANUSI PANE

on Selasa, 12 Februari 2013




            Sanusi Pane, sastrawan Indonesia angkatan Pujangga Baru. Pria kelahiran Muara Sipongi, Sumatera Utara, 14 November 1905, ini juga berprofesi sebagai guru dan redaktur majalah dan surat kabar. Ia juga aktif dalam dunia pergerakan politik,  seorang nasionalis yang ikut menggagas berdirinya “Jong Bataks Bond.” Karya-karyanya banyak diterbitkan pada 1920 -1940-an. Meninggal di Jakarta, 2 Januari 1968.
            Bakat seni mengalir dari ayahnya Sutan Pengurabaan Pane, seorang guru dan seniman Batak Mandailing di Muara Sipongi, Mandailing Natal. Mereka delapan bersaudara, dan semuanya terdidik dengan baik oleh orang tuanya. Di antara saudaranya yang juga menjadi tokoh nasional,adalah Armijn Pane (sastrawan), dan Lafran Pane salah (seorang pendiri organisasi pemuda Himpunan Mahasiswa Islam).
            Sanusi Pane menempuh pendidikan formal HIS dan ElS di Padang Sidempuan, Tanjungbalai, dan Sibolga, Sumatera Utara. Lalu melanjut ke MULO di Padang dan Jakarta, tamat 1922. Kemudian tamat dari Kweekschool (Sekolah Guru) Gunung Sahari, Jakarta, tahun 1925. Setelah tamat, ia diminta mengajar di sekolah itu juga sebelum dipindahkan ke Lembang dan jadi HIK. Setelah itu, ia mendapat kesempatan melanjut kuliah Othnologi di Rechtshogeschool.
Setelah itu, pada 1929-1930, ia mengunjungi India. Kunjungan ke India ini sangat mewarnai pandangan kesusasteraannya. Sepulang dari India, selain aktif sebagai guru, ia juga aktif jadi redaksi majalah TIMBUL (berbahasa Belanda, lalu punya lampiran bahasa Indonesia). Ia banyak menulis karangan-karangan kesusastraan, filsafat dan politik.

TAUFIK ISMAIL



Taufiq Ismail lahir di Bukittinggi, 25 Juni 1935. Masa kanak-kanak sebelum sekolah dilalui di Pekalongan. Ia pertama masuk sekolah rakyat di Solo. Selanjutnya, ia berpindah ke Semarang, Salatiga, dan menamatkan sekolah rakyat di Yogya. Ia masuk SMP di Bukittinggi, SMA di Bogor, dan kembali ke Pekalongan. Pada tahun 1956–1957 ia memenangkan beasiswa American Field Service Interntional School guna mengikuti Whitefish Bay High School di Milwaukee, Wisconsin, AS, angkatan pertama dari Indonesia.
Ia melanjutkan pendidikan di Fakultas Kedokteran Hewan dan Peternakan, Universitas Indonesia (sekarang IPB), dan tamat pada tahun1963. Pada tahun 1971–1972 dan 1991–1992 ia mengikuti International Writing Program, University of Iowa, Iowa City, Amerika Serikat. Ia juga belajar pada Faculty of Languange and Literature, American University in Cairo, Mesir, pada tahun 1993. Karena pecah Perang Teluk, Taufiq pulang ke Indonesia sebelum selesai studi bahasanya.
Semasa mahasiswa Taufiq Ismail aktif dalam berbagai kegiatan. Tercatat, ia pernah menjadi Ketua Senat Mahasiswa FKHP UI (1960–1961) dan Wakil Ketua Dewan Mahasiswa (1960–1962).
           
Ia pernah mengajar sebagai guru bahasa di SMA Regina Pacis, Bogor (1963-1965), guru Ilmu Pengantar Peternakan di Pesantren Darul Fallah, Ciampea (1962), dan asisten dosen Manajemen Peternakan Fakultas Peternakan, Universitas Indonesia Bogor dan IPB (1961-1964). Karena menandatangani Manifes Kebudayaan, yang dinyatakan terlarang oleh Presiden Soekarno, ia batal dikirim untuk studi lanjutan ke Universitas Kentucky dan Florida. Ia kemudian dipecat sebagai pegawai negeri pada tahun 1964.